Bekraf dan Pelaku Industri Perfilman Tiongkok Tinjau Potensi Lokasi Perfilman di Yogyakarta

oleh: ADMIN
27 November 2017

Bekraf dan Pelaku Industri Perfilman Tiongkok Tinjau Potensi Lokasi Perfilman di Yogyakarta

 

Yogyakarta, (23/11/2017) – Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) melalui Deputi Pemasaran, menyelenggarakan Program Indonesian Creative Incorporated (ICINC) pada Subsektor Film di Yogyakarta. Bekraf mengadakan business matching di Familiarization Trip (Fam Trip) 2017 bersama para pelaku industri perfilman dari Indonesia dan Tiongkok. Acara Fam Trip ini merupakan tidak lanjut ICINC Shanghai yang telah dilaksanakan Mei lalu. Fam Trip ini digelar mulai 20 – 27 November 2017 di tiga daerah di Indonesia, yaitu Jakarta, Yogyakarta dan Banyungi.

 

Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan tempat kedua yang di kunjungi para pelaku industri perfilman dari Indonesia dan Tiangkok dalam kunjungan ke Yogyakarta peserta juga melakukan Audiensi dengan Pemerintah Yogyakarta di Kantor Dinas Pariwisata Yogyakarta yang digelar pada tanggal 23 November ini para pelaku industri perfilman Tiongkok seperti CJ E&M, Croton Media, Fortune, Nanning National Media, Guang Xi Film Group, China Film Archive dan Artop Media berkesempatan bertemu dengan para pengelola destinasi wisata yang ada di Yogyakarta yang bertujuan mengenalkan potensi lokasi syuting di Yogyakarta karena mendukung industri perfilman juga merupakan tugas dari Pemerintah, salah satunya dengan mempromosikan daerah-daerah unggulan dan juga terus berusaha untuk mempermudah perizinan dan juga regulasi bagi investor untuk melakukan shooting di Indonesia terutama Yogyakarta.

 

“Seperti Pemutaran Film Eat Pray Love karya Elizabeth Gilbert. Syuting film ini di lakukan di Bali yang dampaknya luar biasa bagi wisatawan domestic dan wisatawan mancanegara karena mengangkat ekosistem perfilman 1. Kualitas 2. Mengangkat ekosistem seperti lokasinya,” ujar Direktur Pengembangan Pasar Luar Negeri Bekraf Bonifasius Wahyu Pudjianto.

 

Tidak Hanya itu para pelaku industri perfilman tiongkok juga berkesempatan untuk meninjau beberapa tempat wisata seperti melihat keraton Yogyakarta, Candi Prambanan dan Keindahan Borobudur sebagai candi megah di Indonesia sudah tak perlu dipertanyakan. Warisan leluhur yang kaya akan cerita ini bahkan pernah masuk dalam deretan keajaiban dunia.

 

“Untuk kegiatan ini Bekraf bekerjasama dengan Red and White juga Pemda daerah, perfilman dalam negeri dan perfilman luar negeri (Tiongkok) diharapkan melalui program ICINC menjadi bangkitnya industri perfilman di Indonesia,” tambah Boni.

 

Untuk mengembangkan ekosistem film di Indonesia keberhasilan usaha kreatif perfilman sangat tergantung kepada pendekatan menyeluruh dengan kolaborasi yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan. (Cnp)

 

Berita Lainnya